Here are some essays and videos by ILCIC Students

JAVA SUMMER CAMP VLOG 2019

By Kato Hinako – Nanzan University Japan

TERIMA KASIH GURUKU

Aku mau mengucapkan
terima kasih guruku
atas ajaran Anda
dalam kehidupanku.
Aku mencintai Indonesia
berkat Anda.
Terima kasih
di dalam hatiku.
Terima kasih.
Tuhan memberkati Anda.
Di mana saja aku berada
Anda selalu tinggal
di dalam hatiku,
di dalam doaku. (x2)
Terima kasih…
di dalam hatiku.
Terima kasih…
di dalam doaku.

 

Sister Inmaculada Viserda
Sisters of Our Lady of Consolation NSC.
With gratitude to my teachers from LB Sanata Dharma. Yogyakarta. ❤INDONESIA 🇮🇩

Santa Maria Rosa Molas: Cinta Kasih dalam Aksi.

Sister Inmaculada

Maria Rosa Molas lahir di kota Reus, negara Spanyol, 24 Maret 1815 dan wafat di desa Jesus, 11 Juni 1876. Pada tahun 1815 perang antara Spanyol dan Prancis baru saja berakhir. Periode itu adalah periode yang sulit untuk semua orang di negara Spanyol tetapi mereka memiliki harapan dan semangat untuk membangun kembali negara mereka. Peperangan itu menyebabkan kelaparan, kemiskinan dan penyakit bagi banyak orang. Walaupun situasi seperti itu, orang tua Maria Rosa Molas menanamkan nilai-nilai agama katolik di dalam hatinya khususnya cinta kasih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria. 

Selama masa remajanya, Maria Rosa Molas belajar di sekolah, membantu ibunya, membantu Suster-Suster di rumah sakit untuk melayani orang sakit dan menghabiskan banyak waktunya untuk berdoa. Waktu itu cinta kasih Tuhan Yesus semakin besar di dalam hatinya. Dia merasa bahwa Tuhan Yesus memanggilnya untuk melayani Tuhan secara penuh dan melayani orang yang menderita. Kemudian ketika umurnya 16 tahun, dia memutuskan untuk mengikuti Tuhan Yesus di Komunitas para Suster di ruah sakit. Tetapi ayahnya marah terhadap keputusannya dan tidak membiarkannya pergi ke Komunitas Suster. Maria Rosa Molas tidak kecewa dengan keputusan ayahnya. Dia masih baik terhadap ayahnya dan menunggu kesempatan untuk menjawab panggilan Tuhan Yesus. Akhirnya Maria Rosa harusmenunggu selama 10 tahun untuk memenuhi keinginannya. 

Pada tanggal 6 Januari 1841 Maria Rosa menjadi bagian dari Komunitas Suster-Suster di rumah sakit untuk menjawab panggilan Tuhan Yesus dan menjadi seorang Suster. Sejak saat itu, dia menjadi pewarta sukacita penghiburan Allah. Kata Maria Rosa: “Saya hanya menginginkan orang miskin dilayani dan Allah dipuji”. Sabda Allah terpenuhi di dalam kehidupannya: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati! (Luk 6:36)

Pada tahun 1849 Maria Rosa diutus ke kota Jesus- Tortosa sebagai pemimpin Komunitas Suster-Suster di panti asuhan bernama “House of Mercy”. Orang miskin, anak-anak yatim, para mabuk berat, wanita-wanitapekerja seks komersial dan sebagainya tinggal bersama di dalam “House of Mercy” itu. Maria Rosa Molas bersama Suster-Suster bekerja keras untuk mengubah rumah ini menjadi rumah dan penuh dengan kasih, iman dan sukacita. Setelah satu bulan, Maria Rosa mendirikan salah satu sekolah untuk anak-anak yatim yang tinggal di “house of Mercy”

Pada tahun 1851, Pemerintah Spanyol mulai melirik karya-karya Maria Rosa Molas. Pemerintah mendendar tentang sistem pendidikan Maria Rosa Molas yang sangat berhasil di “House of Mercy”. Kemudian, pemerintah di Tortosa meminta Maria Rosa untuk mendirikan satu sekolah lagi untuk anak-anak perempuan di kota Tortosa. Sekolah tersebut sangat berhasil juga. Pada tahun 1852, Pemerintah juga meminta Maria Rosa Molas untuk mengatur rumah sakit yang bernama “Hospital de la Santa Cruz” di kota Tortosa.

Pada tahun 1857, Maria Rosa Molas dengan 11 Suster dari 3 Komunitas di desa Jesus dan kota Tortosa memulai proses untuk mendirikan satu Kongregasi baru. Proses itu selesai pada tahun 1858. Pada 14 November 1858, Maria Rosa Molas menjadi Suster pendiri dan pemimpin Komunitas baru yang bernama “Sisters of Our Lady of Consolation . NSC”. Tujuan mereka adalah membawa belas kasih dan cinta kasih Tuhan Yesus kepada semua orang, khususnya orang yang menderita. Sejak tahun ini, Kongregasi “Sisters of Our Lady of Consolation. NSC” bertumbuh dan berkembang cepat. Selama 17 tahun, Maria Rosa Molas mendirikan 10 sekolah, 5 rumah sakit dan 1 panti asuhan untuk anak-anak yatim. Maria Rosa Molas meninggal dunia pada tanggal 11 Juni 1876.

Pada tahun 1988, Maria Rosa Molas menjadi santa secara resmi. Pada tanggal 11 December 1988, Santa Maria Rosa Molas dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Pada zaman sekarang karya, karisma dan pengiburan dari kongregasi NSC terus menyebar di 21 negara dan 4 benua.

Anda juga bisa mengikuti karya Santa Maria Rosa Molas dengan membawa belas kasih dan cinta kasih Tuhan Yesus kepada siapapun yang membutuhkan itu.

Teman saya adalah… PEMULUNG.

Sister Inmaculada

Ring…….ring…..ring…… Bel pintu masuk ke biara terdengar dari dapur. Segera saya melepas celemek saya dan pergi ke pintu masuk.
Ketika saya membuka pintu…… oh! Saya melihat satu pemulung… masih kecil! Saya terkejut.
“Selamat pagi, teman.”
“Selamat pagi, Suster.”
“Apa kabar?”
“Kabar baik.”
“Apa yang bisa saya bantu?”
“Suster, saya mengumpulkan barang-barang bekas yang bisa dijual seperti botol plastik atau kaleng”
“Oh begitu! Tunggu sebentar (…) Ambillah: botol-botol plastik dan banyak kaleng”.

Dia tersenyum ketika dia melihat semua barang, lalu dia meletakkan semua barang itu di dalam karung besar. Baju dan badian dia sangat kotor. Kasihan anak ini!
“Siapa namamu?
“Nama saya Joseph.”
“Berapa umurmu?”
“Umur saya 10 tahun.”
“Di mana ibu dan ayahmu?”
“Ibu saya pemulung juga. Sekarang dia bekerja di Tempat Pembuangan sementara (TPS) sampah di kabupaten ini. Saya tidak pernah bertemu ayahku”.
Tiba-tiba adik Joseph datang. Namanya Angelo. Angelo berumur 4 tahun.
“Suster, bau makanan Anda yang enak tercium dari sini.”
“Aduh! Saya lupa makanan saya! Apakah teman-teman lapar?”
“Iya Suster.”
“Tunggu sebentar”.
Hari itu mereka makan banyak. Setelah makan, mereka tertidur karena mereka capai dan tidak sehat.
Ketika mereka terbangun, mereka pulang, tetapi dua botol plastik tertinggal.
Setiap hari mereka kembali ke biara kami. Kami menjadi teman-teman mereka. Joseph teman saya yang tercinta. Kemudian mereka mengikuti proyek kami untuk anak-anak miskin. Ibu Joseph juga menjadi teman saya. Mereka tinggal di gubuk di dalam TPS sampah.
Sekarang Joseph tinggal di panti asuhan dengan Romo-Romo dari Don Bosko dan belajar di SD. Semoga Joseph belajar dengan baik untuk masa depannya dan keluarganya menjadi lebih baik.
Kita tidak bisa mengubah kehidupan pemulung dewasa tetapi kita masih bisa mengubah kehidupan anak-anak pemulung. Mereka adalah anak-anak Tuhan. Setiap kehidupan memiliki harapan.
Apa yang bisa Anda lakukan untuk mereka?

 

Dia menjadi sehat dan lebih bahagia

Olahraga di Indonesia

Michael Sadich

Bermain olahraga di Indonesia terkenal, khususnya untuk anak-anak. Namun, ketika seseorang menjadi dewasa, mereka sering berhenti berolahraga. Selama 2 minggu, saya mewawancarai beberapa orang tentang topik tersebut supaya saya bisa menggali jawaban dan mengerti alasan-alasan mereka. Walaupun ada beberapa perbedaan dari jawaban mereka, juga ada kesamaan. Pada umumnya, mengapa dewasa di Indonesia sering berhenti berolahraga ketika mereka menjadi dewasa (lebih dari 18 tahun)?

Dua minggu yang lalu saya pergi ke Kulon Progo. Sementara saya ada di sana, saya mewawancarai salah satu pemilik angkringan di pinggir jalan, yaitu Pak Yoyo. Saya bertanya kepada Pak Yoyo mengenai topik olahraga di Indonesia. Sebelum saya menulis jawaban Pak Yoyo, saya mau memperkenalkan dia kepada para pembaca. Pak Yoyo lahir dan dibesarkan di Kulon Progo. Dia berusia 56 tahun dan punya satu istri dan dua anak perempuan. Selain itu, Pak Yoyo adalah orang yang kurang mampu. Dia menerima bantuan dari pemerintah untuk mencukupi keluarganya karena gajinya tidak cukup besar untuk membiayai istri dan dua anaknya. Oleh karena itu, dia berhak menerima kartu miskin supaya dia dan keluarganya bisa menerima bantuan. Waktu saya bertanya kepada Pak Yoyo, “Mengapa orang yang sudah dewasa sering berhenti berolahraga?” Dia menjawab, “Karena setelah anak-anak berusia 15 tahun lebih, mereka harus mulai bekerja untuk menolong keluarganya.” Mereka sering bekerja sebagai petani atau peternak di desanya. Oleh karena itu, mereka tidak mempunyai waktu luang untuk berolahraga.

Satu minggu yang lalu, saya harus pergi ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan. Waktu saya berangkat dari rumah saya, saya mempekerjakan supir Go-Car untuk mengantar saya ke bandara Adisucipto di Yogyakarta. Saya juga menanyakan supir saya yang bernama Pak Anto, beberapa pertanyaan mengenai olahraga di Indonesia. Pak Anto adalah orang yang cukup mampu membiayai keluarganya. Sekarang beliau tinggal di Sleman dan dulu bekerja di Jakarta selama 4 tahun. Walaupun jawaban Pak Anto mirip dengan jawaban Pak Yoyo, yaitu kebanyakan dewasa di Indonesia berhenti berolahraga setelah mereka lulus SMA, dia berkata kepada saya bahwa banyak orang masih ada cukup waktu untuk berolahraga. Pak Anto menikmati bersepeda dengan kelompok atau klub di Yogya. Waktu dia mempunyai waktu luang, dia sering mengikuti kelompok itu untuk bersepeda di sekeliling Yogyakarta. Dia juga menikmati bermain bulu tangkis. Namun, dia mengakui bahwa masih ada banyak orang yang tidak mempunyai cukup waktu luang untuk berolahraga karena mereka terlalu sibuk belajar atau bekerja.

Selain pertanyaan yang saya tanyakan kepada Pak Anto mengenai olahraga, saya juga bertanya kepada dia tentang menonton pertandingan sepak bola di Yogyakarta di stadion sepak bola. Rumah saya kira-kira 15 menit dari Stadion Maguwoharjo di Sleman dekat Jogja Bay Waterpark. Saya tertarik menonton pertandingan sepak bola di stadion tersebut tetapi kebanyakan orang Indonesia memberitahu saya bahwa ide ini kurang bijak. Menurut Pak Anto, kalau seseorang bukan penonton yang fanatik, mereka sering menghindari pergi ke stadion untuk menonton pertandingan sepak bola karena tempat tersebut kurang aman. Kalau tim para penonton kalah, mereka melakukan hal-hal yang tidak sopan, seperti melempar botol-botol, memukuli penonton yang lain, bahkan merusak mobil-mobil di depan stadion tersebut. Oleh karena itu, orang Indonesia yang bukan penonton fanatik jarang (atau tidak pernah) pergi ke stadion sepak bola untuk menonton pertandingan. Kalau mereka mau menonton pertandingan sepak bola itu, lebih aman kalau mereka menontonnya di televisi.

Sebagai kesimpulan, kebanyakan orang Indonesia berhenti olahraga setelah mereka berusia 15 tahun lebih atau lulus SMA karena mereka terlalu sibuk belajar atau bekerja. Mereka mempunyai prioritas yang berbeda ketika mereka menjadi lebih dewasa dan tahu/sadar/menyadari bahwa mereka mempunyai tanggung jawab yang lain ketika mereka berusia lebih dari 15 tahun.

Media Sosial Sebuah Dunia Paralel dalam Dunia Nyata

Elena Busch

Suatu hari saya sedang duduk di kafe yang nyaman bersama teman saya, Karina. Dia mengunjungi saya di kota Heidelberg, Jerman pada bulan Agustus lalu. Ketika itu udaranya hangat dan para pejalan kaki sangat menikmati suasana saat itu. Saya sudah lama sekali tidak berjumpa dengannya, oleh karena itu kami saling bercerita tentang banyak hal.  Pada kesempatan itu, Karina menunjukkan foto di Instagram tempat–tempat yang telah dikunjunginya selama liburan. Sewaktu kami berbincang, dia sering mengecek HP untuk melihat kabar terbaru. Dia sibuk dengan HP–nya, karena itu saya memandangi orang-orang di luar kafe. Nampak juga anak–anak sedang makan es krim, mahasiswa yang bersantai di dekat sungai dan pengamen bernyanyi di seberang jalan. Semuanya sungguh indah.

Setelah Karina selesai dan perhatiannya kembali tertuju kepada saya, lalu saya bercerita tentang studi dan kabar–kabar terbaru saya. Saat saya sedang asik bercerita, HP Karina terlihat mengeluarkan cahaya warna–warni, tanda adanya pesan notifikasi akun media sosial miliknya yaitu Facebook (FB), Whatsapp (WA), dan Instagram (IG). “Tunggu sebentar, ya”, ucapnya sembari memulai membaca pesan notifikasi tersebut. Meskipun demikian, saya tetap berbicara kepadanya. Namun di saat yang sama, ketidaksabaran dan kekesalan saya meningkat. Akhirnya, saya berhenti bicara karena dia tidak memperhatikan apa yang sedang saya bicarakan. Dia sudah terlanjur tenggelam dalam percakapan di HP dan tidak sadar bawa saya sudah berhenti bicara saat itu.

Media sosial adalah sebuah istilah untuk memudahkan komunikasi dengan cara menghubungkan orang–orang yang terpisah jarak dan ruang. Platform media sosial yang terkenal adalah Facebook, Instagram dan WhatsApp. Pada tahun 2018 lebih dari dua miliar orang menggunakan Facebook dan WhatsApp, sementara itu pengguna aktif Instagram mencapai satu miliar orang. Para pengguna sosial media dapat dengan mudah terhubung dengan berbagai orang di seluruh dunia, mereka juga bisa mengirim gambar dan bertukar pesan. Penggunaan media sosial tentu saja ada dampak positif dan negatifnya.

Pertama kita harus memahami apa itu media sosial dan cara kerjanya. Banyak platform media sosial, contohnya Facebook atau Instagram telah membuat kesan siapa saja dapat menggunakannya secara gratis. Tetapi itu semua hanya ilusi belaka. Anda tidak diharuskan membayar dengan uang tetapi membayar dengan data–data pribadi anda. Facebook dan Instagram adalah perusahaan yang bekerja dalam skala global yang ingin mengambil banyak keuntungan.

Untuk menghimpun data sebanyak mungkin, platform media sosial seperti Facebook dan Instagram turut serta mempekerjakan “Attention Engineers”. “Attention Engineers” bekerja dengan strategi psikologis yang sama seperti di kasino–kasino di Las Vegas, mereka merancang produk yang Anda gunakan (Facebook dan Instagram) agar membuat Anda lebih kecanduan. Lebih banyak waktu yang Anda habiskan pada platform mereka, lebih banyak data yang terhimpun dari Anda. Secara terus–menerus mereka memberikan reaksi atau respon positif secara cepat sehingga Anda merasa senang dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi. Contoh respon positif tersebut dapat berbentuk seperti Like, newsfeed dan pesan dari teman.

Secara bersamaan algoritma menganalisis segala perilaku Anda. Algoritma menghimpun data tersebut dari kata kunci yang Anda ketik pada mesin pencarian, gambar–gambar yang Anda beri tanda Like, orang–orang yang Anda cari, dan seberapa sering Anda melihat profil atau gambar tertentu. Semua data tersebut dijual oleh perusahaan kepada pihak ketiga. Begitulah perusahaan media sosial menghasilkan uang.

Mungkin Anda bertanya–tanya apa yang buruk dengan hal ini. Data tersebut dianalisis untuk mengetahui pola perilaku dan kepentingan Anda supaya perusahaan bisa memengaruhi dan memanipulasi Anda. Proses ini sangat cerdik dan orang tidak menyadari terjadinya proses ini. Dengan cara ini massa dimanipulasi oleh perusahaan, pemerintah atau institusi lain.

Tapi terdapat dampak negatif juga bagi Anda. Banyak orang menggunakan media sosial seperti Instagram untuk bersenang–senang. “Berapa pengikut (follower) yang saya miliki?” “Berapa orang yang menyukai gambar saya?” Ketika tidak ada Like baru maka orang–orang menjadi resah dan gugup karena mereka perlu mendapatkan pengakuan dengan banyaknya Like yang diberikan orang lain. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk membuat foto menggunakan filter yang lebih menarik sebelum mengunggahnya di Instagram supaya bisa mendapatkan lebih banyak Like. Dengan cara ini, kemungkinan Like dan pengikut akan semakin meningkat. Hal ini merupakan siklus yang terus menerus berulang.

Seperti teman saya Karina, secara terus–menerus memeriksa telepon genggamnya ketika ada pemberitahuan baru. Apabila mereka tidak mendapatkan pemberitahuan baru, mereka menjadi resah, gugup bahkan depresi. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini memiliki banyak konsekuensi di level berbeda. Tidak hanya efek negatif pada mata tetapi juga pada otak Anda sehingga dapat mengubah cara Anda dalam mengolah informasi dan membuat keputusan. Contohnya banyak orang tidak bisa memusatkan perhatian dalam waktu lama pada suatu pekerjaan karena mereka sering melihat layar ponsel untuk mengecek kabar terbaru. Perilaku ini berbahaya tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga anak dan remaja karena tubuh dan otak mereka belum berkembang secara lengkap. Penggunaan ponsel secara intensif secara nyata dapat memberikan efek negatif terhadap perkembangan mereka.

Bahaya lain dari Instagram adalah dari gambar–gambar yang ditampilkan kepada masyarakat. Sebelum orang–orang mengunggah foto di Instagram, foto–foto tersebut bisa saja sudah dimodifikasi sehingga hal itu menciptakan ilusi tentang kehidupan yang menyenangkan, hebat dan menantang, bahkan mungkin tragis. Biasanya orang–orang sering membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Mereka bertanya–tanya mengapa dirinya tidak ada kehidupan yang menyenangkan seperti yang dimiliki orang lain. Oleh sebab itu orang tersebut menjadi sedih, kesepian dan tidak bahagia. Pada satu titik, hal ini bisa berubah menjadi penyakit serius seperti depresi dan gangguan perilaku makan (eating disorder).

Instagram adalah salah satu platform media sosial untuk menciptakan ilusi. Sebagian besar gambar di Instagram tidak realistis. Di Instagram Anda menciptakan citra baru diri Anda dengan menentukan apa yang bisa dan tidak bisa dilihat orang lain. Saya yakin jarang ada orang yang membagikan foto mereka yang sedang menangis. Jadi karena itulah kita berpikir bahwa orang lain selalu gembira dan bahagia, meskipun hal itu tidak selalu benar. Instagram dan platform media sosial lainnya menciptakan citra sebuah dunia di mana Anda dapat melarikan diri ketika kehidupan nyata Anda terasa berat. Tetapi semua itu tidak nyata.

Setelah Karina dan saya berpisah, saya pergi ke stasiun bus. Sambil menunggu bus, saya memperhatikan sekelompok orang yang memeriksa ponsel mereka masing–masing. Alih–alih mengobrol satu sama lain, mereka semua tenggelam pada dunia ponsel mereka. Bukankah itu hal yang ironis bahwa kita menyebut platform tersebut “media sosial”, sementara hal itu membuat kita menjadi kurang sosial dengan orang-orang di sekitar kita, khususnya yang berarti bagi kita?

Dari seberang jalan, saya juga memperhatikan dua orang anak yang sedang bermain sepak bola sambil tertawa. Pemandangan seperti itu seharusnya membuat kita semua tersadar bahwa hidup kita terjadi di dunia nyata. Persahabatan sejati diciptakan di dunia nyata. Namun apakah orang–orang di stasiun dimana saya menunggu bus juga ingat akan hal

Memulai Kehidupan Baru yang Menakjubkan

Sona Minasyan

Ketika kamu bangun lebih awal dari biasanya, kamu akan memasuki dalam ritme yang berbeda. Jika kamu tinggal di Yogyakarta, kamu akan bangun kurang dari jam 9 pagi, tidak seperti biasanya (biasanya bangun pada jam 12 siang).

Kedua matamu akan terbuka karena mendengar suara sepeda motor yang dinaiki oleh gadis atau pemuda seusiamu yang sudah siap memulai harinya. Dari jendela, kamu akan melihat bagaimana toko–toko mulai dibuka, dan mendengarkan percakapan basa–basi pengunjung pertama. Meskipun tentu saja kamu hampir tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, karena tidak bisa berbahasa Jawa. Tetapi pada saat yang sama dengan mata masih setengah terbuka, kamu akan tertawa dengan para pengunjung. Kamu melihat alam yang paling indah dengan warna berbeda di pagi hari saat menghirup udara segar, dan akan mulai bermimpi, ketika kamu membuka matamu dan melihat keluar jendela. Itulah saat hari baru yang indah dan menakjubkan dimulai.

Begitu juga dengan kehidupan, jika kamu mengubah aktivitas dengan masuk ke ritme yang berbeda, kamu mulai memperhatikan semua yang tidak bisa kamu lihat dan dengar sebelumnya. Bangun secara jasmani dan rohani memang sangat baik. Namun bangun tidur lebih awal di pagi hari pasti lebih baik.

Aku, secara fisik adalah orang asing, namun secara rohani sudah menjadi orang Indonesia.

Keberagaman Kuliner Hungaria

Diana Kis

Hidangan tradisional seperti Gulyás yang terkenal di dunia (sup gulyás rebus atau gulyásleves) sangat populer. Gulyás atau goulash sering disajikan dengan bumbu paprika merah, sebuah inovasi di Hungaria. Krim asam (sour cream) Hungaria bertekstur kental dan berat yang disebut tejföl yang sering digunakan untuk melembutkan rasa hidangan. Sup ikan pedas Hungaria yang terkenal dengan sebutan sup nelayan atau halászlé biasanya merupakan campuran yang kaya dari beberapa jenis ikan rebus.

Hidangan lainnya termasuk csirkepaprikás (ayam paprikas), foie gras yang terbuat dari hati angsa, pörkölt, vadas (babi rebus dengan saus sayuran dan mie Hungaria), ikan forel dengan kacang almond (badam) atau pangsit asin dan manis, dan túrós csusza, (kue bola dengan keju quark segar dan krim asam tebal).

Makanan penutup termasuk Dobos torta (kue Dobos) yang ikonik, rétes (strudel), diisi dengan apel, ceri, biji poppy atau keju, Gundel palacsinta (panekuk atau serabi), szilvás gombóc (kue prem atau plam), somlói galuska (kue somlói), sup makanan penutup seperti sup ceri asam dingin, dan gesztenyepüré (pure chestnut manis). Perec dan kifli adalah kue–kue yang juga sangat populer.

Mitos di Indonesia

Michael Sadich

Sebuah mitos adalah cerita yang tidak terlalu masuk akal dan tidak bisa dijelaskan dengan logika.  Biasanya, sebuah cerita seperti ini, walaupun sedikit aneh, masih dipercayai banyak orang.  Di Amerika, kami juga ada mitos seperti ini, tetapi, kebanyakan orang tidak sering percaya bahwa mitos tersebut mempunyai arti, misalnya, di Amerika, kami ada mitos bahwa kalau seseorang memecahkan cerminnya, mereka akan mengalami kesialan selama 7 tahun.  Selain contoh itu, ada contoh yang lain, misalnya, seseorang masuk ke dalam kamar mandi mereka dan mematikan lampu.  Setelah itu, mereka harus berkata frasa “Bloody Mary” sebanyak tiga kali.  Setelah kali yang ketiga, Bloody Mary itu akan muncul di cermin dan menakuti mereka.

Setiap masyarakat mempunyai beberapa mitos seperti yang saya ceritakan di atas. Di Indonesia mitos seperti ini ada juga. Misalnya, banyak orang percaya kalau perempuan duduk di depan pintu dia akan mengalami kesulitan ketika dia mencari calon untuk menikah. Selain itu, di Jawa, banyak orang masih percaya kalau seseorang memakai pakaian yang berwarna hijau dan pergi ke salah satu pantai di selatan, orang itu akan menjadi seperti korban untuk Ratu Pantai Selatan dan akan masuk “kerajaannya” di dalam laut. Walaupun mitos-mitos seperti ini belum dibuktikan dengan benar, banyak orang masih percaya bahwa mitos-mitos ini masih benar.

Menurut saya, mungkin kebanyakan orang tidak percaya pada mitos-mitos tersebut, tetapi mereka juga belum cukup berani untuk mencoba hal-hal tersebut. Sebagai contoh, mungkin ada seseorang yang tidak percaya bahwa mereka dilarang untuk memakai pakaian yang berwarna hijau ke salah satu pantai di Selatan. Namun, mereka belum cukup berani untuk mencobanya. Sebenarnya, hal itu sesuai dengan pengalaman saya di Amerika. Memang, kebanyakan orang tidak percaya bahwa “Bloody Mary” akan muncul di cermin mereka. Tetapi, mereka juga belum cukup berani untuk mencoba hal tersebut. Oleh karena itu, banyak orang lebih suka untuk menghindari hal-hal seperti yang sudah saya sebut di atas.

Pengaruh Kejawen di Jawa

Michael Sadich

Salah satu kepercayaan yang mempengaruhi orang Jawa adalah Kejawen. Kejawen itu adalah kepercayaan-kepercayaan mengenai dunia roh dan bagaimana roh-roh tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Mengapa orang Jawa percaya hal seperti ini? Karena sebelum agama-agama resmi masuk Indonesia, para nenek moyang orang Jawa percaya kepada roh-roh seperti ini. Mereka percaya bahwa roh-roh tersebut tinggal di dalam barang-barang, seperti di dalam pohon, tubuh manusia, tempat pemakaman, dll.

Selain itu, waktu sesuatu yang buruk terjadi kepada seseorang, kebanyakan orang Jawa percaya bahwa hal-hal itu terjadi karena mereka atau saudaranya membuat marah roh yang jahat. Misalnya, saya baru mendengar cerita ini tentang bagaimana seseorang membuat marah roh yang jahat. Suatu hari, dua anak bersaudara sedang bermain di hutan ketika mereka menemukan uang tunai. Karena mereka masih anak-anak dan karena mereka bersemangat karena mereka menemukan uang, uang itu mereka ambil. Sore harinya, salah satu anak yang mengambil uang tersebut menjadi sakit, badannya panas dan dia menggigil. Tetapi, ketika anak tersebut bangun hari berikutnya, sakitnya hilang. Hal ini berlanjut selama tiga hari. Anak tersebut masih sehat pada pagi, siang dan sore hari. Tetapi, ketika azan Magrib mulai, anak tersebut langsung menjadi sakit. Pada hari yang ketiga, salah satu tetangga keluarga mereka yang mempunyai indera ke-6 berkata kepada mereka, “Apa yang anak-anak Anda ambil dari hutan?” Mulanya, mereka agak bingung oleh pertanyaan ini. Tetapi, akhirnya mereka bertanya kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu ambil dari hutan ketika bermain di sana?” Anak mereka membalas, “Beberapa hari yang lalu ketika kami sedang bermain di hutan, kami menemukan uang di hutan dan mengambilnya.” Tetangga mereka berkata kepada mereka, “Anak-anak Anda harus mengembalikan uang itu ke hutan, kemudian dia akan menjadi sehat lagi.” Esoknya, anak-anak mereka mengembalikan uang tersebut ke hutan di mana uang itu diambil dan kesehatan anaknya pulih. Mengapa hal ini terjadi kepada anak yang mengambil uang? Menurut orang Jawa, kemungkinan, hal ini terjadi karena seseorang membuat perjanjian dengan roh yang jahat supaya uang itu menjadi umpan untuk menemukan korban yang akan menerima penyiksaan untuk memuaskan roh tersebut atau menjadi sarana bagi roh itu. Siapapun yang mengambil uang tersebut menjadi korban untuk orang yang sudah membuat perjanjian dengan roh yang jahat.

Selain contoh seperti yang sudah saya tulis di atas, orang Jawa melakukan banyak tradisi atau ritual untuk menolak roh-roh yang jahat atau melindungi diri mereka sendiri atau keluarganya dari pengaruh roh-roh yang jahat. Misalnya, pada umumnya, kalau seseorang masuk rumah orang Jawa, kalau mereka melihat di atas pintu rumahnya, ada kain yang berwarna putih dengan satu tetes darah yang terlipat dan dipaku di atas pintu rumah mereka. Orang Jawa melakukan hal ini untuk melindungi rumah-rumahnya dari roh yang jahat.

Walaupun mereka menganggap diri mereka sendiri orang Islam, kepercayaan-kepercayaan yang dipengaruhi oleh Kejawen yang sudah mereka pelajari dari nenek-moyangnya dan diwarisi dari keluarganya tetap mereka hidupi. Oleh karena itu, kepercayaan-kepercayaan Islam di Indonesia tidak sama atau tidak semurni agama Islam dari negara-negara yang ada di Timur Tengah karena kepercayaan agama orang Jawa bercampur dengan kepercayaan Kejawen.

Refreshment di Korea dan Jepang

Namiki

Cat berwarna biru tumpah di langit. Aku mendengar suara pesawat yang mendarat dan mengudara setiap beberapa menit. Aku memasuki pesawat sambil merasa senang tetapi sedikit khawatir. Liburan yang sangat menyenangkan aku mulai. Ada tiga hal yang membuat liburanku menyenangkan. Pertama, aku pergi ke Korea selama empat hari. Kedua, aku menonton konser empat kali di Jepang. Ketiga, aku bertemu teman-teman di Jepang setelah tidak bertemu satu semester. Cerita akan aku mulai dengan pengalaman di Korea. Perjalanan ke Korea ini adalah yang ketujuh tetapi pertama kalinya aku pergi sendirian. Aku naik pesawat Asiana Airlines pertama kali tanggal 12 Juli. Makanan Asiana paling enak di antara makanan dalam pesawat yang sudah pernah aku coba. Di bandara Seoul aku bertemu Park Yuchun yang sangat aku suka. Dia lewat di depanku. Hal itu membuatku sangat bahagia.

Di Seoul aku berjalan-jalan di Myeong-dong, Hondae, Idae, Apgujeong dan Garosu-gil. Transportasi kota Seoul lengkap jadi pengunjung mudah pergi ke mana-mana. Di sana aku mencoba berkunjung ke toko-toko dan kafe yang belum pernah aku kunjungi. Kafe yang paling menarik adalah Bistopping yang ada di Garosu-gil. Kafe ini menjual es krim. Pengunjung bisa memilih topping di dalam banyak jenis. Aku memilih cookie berbentuk flamingo, kaktus dan hati. Di kafe ini banyak orang muda datang dan berfoto untuk mengunggah di Instagram.

Hal yang membuatku paling kaget ketika di Seoul adalah koperku rusak. Aku membeli koper besar baru dan membuang koper yang rusak di kamar hostel bersama uang tips. Ketika check-in untuk pulang koperku tidak diterima karena terlalu berat. Aku membeli alat-alat rias, baju dan makanan terlalu banyak. Karenanya, aku memindahkan barang-barang ke tas yang aku bawa. Dalam perjalanan ini, ada banyak pengalaman pertama kali bagiku tetapi sangat menyenangkan.

Cerita berikutnya tentang liburanku adalah menonton konser K-pop di Jepang. Pada tanggal 11 Juli dan tanggal 23 Juli aku pergi ke konser Park Yuchun. Saat dia muncul, aku menangis karena sangat senang. Aku sudah kira-kira tiga tahun tidak bertemu Yuchun karena dia mengikuti wajib militer di Korea. Lebih lagi kursiku dekat sekali dengan panggung. Konser ini menjadi kenangan yang tidak terlupa.

Konser berikutnya yang aku tonton yaitu konser SM TOWN. Tanggal 28 Juli aku dan temanku pergi ke konser ini yang ada di Osaka. Konser tersebut dilakukan oleh banyak artis yang masuk kantor SM Entertainment. Walaupun semua artis sangat terkenal, artis yang mengasyikkanku adalah TVXQ. Kami bersorak-sorai ketika mereka muncul sambil menyanyi lagu Why? SM TOWN yang diadakan setiap musim panas selalu membuatku merasakan musim panas yang sebenarnya.

Konser terakhir yang aku datangi adalah konser G Friend. Grup ini terdiri dari enam perempuan yang cantik. Aku menonton konser ini bersama adikku. Kami terkejut karena banyak laki-laki yang terlihat lebih dari 40 tahun datang ke konser. Ini konser artis perempuan pertama yang aku tonton jadi aku senang bisa merasa perbedaan suasana konser yang dilakukan oleh artis laki-laki dan perempuan.

Cerita terakhir tentang liburanku adalah bertemu teman-teman di Jepang setelah tidak bertemu satu semester. Pada tanggal 27 aku pergi ke USJ yang ada di Osaka dengan temanku. Sudah 15 tahun aku akrab dengannya. Kami berangkat dari rumah 7.00 pagi supaya tidak perlu mengantre ketika membeli tiket masuk. Waktu di USJ sangat menyenangkan karena tidak harus menunggu lama untuk naik wahana dan cuacanya cerah. Walaupun cerah, suhu mencapai 39℃ pada siang. Kami kepanasan jadi pulang dari USJ pada 15.00. Kemudian kami menuju ke kafe lalu terus mengobrol lima jam di sana.

Pada tanggal 18 Juli aku bertemu dengan teman-teman dan guru yang mengikuti kegiatan ekstra-kurikuler bersama. Kami berkunjung ke rumah guru untuk bertemu anaknya. Kami bermain dengan anaknya sambil mengobrolkan kenangan yang kami kangeni selama beberapa jam. Kami asyik mengobrolkan kenangan yang berat. Aku mengingat bahwa guru memarahi kami setiap hari dan kami harus memperhatikan berat badan supaya tidak menambahkan berat badan setiap hari. Itu karena aku bergabung dalam klub senam ritmik. Waktu SMA aku merasa sangat berat tetapi sekarang merasa kangen dan senang.

Liburanku sangat memuaskan karena aku bisa berkunjung ke Korea dan pulang ke Jepang. Konser-konser yang aku datangi sangat membahagiakan. Setelah bertemu dengan teman-teman yang tidak bertemu selama enam bulan, aku bisa menyegarkan dan menjadi lebih semangat belajar di Indonesia.

Tiga Hal yang Membuat Aku Menikmati Liburan Semesterku

Rika

Aku pergi ke pantai setelah burung-burung tidur dengan berkumpul di pantai yang pasirnya putih. Dari pantai laut aku bisa melihat gedung paling tinggi di selatan yang memandangku bermain pasir. Orang-orang yang ada di sana masih mengobrol dengan bahasa dari negaranya masing-masing. Itulah sedikit ceritaku selama liburan semester kemarin. Liburan itu sangat menyenangkan. Ada tiga hal yang membuat liburanku menyenangkan. Pertama, aku bisa mengikut Ennichisai di Jakarta. Kedua, aku bisa bermain selancar di Bali. Ketiga, aku bisa bertemu dengan teman di Australia. Pertama-tama aku akan bercerita pengalaman di Jakarta. Jakarta adalah kota yang sangat ramai di Indonesia. Di sana ada banyak bangunan tinggi dan mall yang paling besar dan populer di Indonesia. Ketika aku pergi ke Jakarta, ada festival Jepang bernama Ennichisai pada tanggal 30 Juni dan 1 Juli. Ennichisai diadakan oleh orang Jepang yang tinggal di Jakarta di blok M dan sangat mirip festival Jepang. Oleh karena itu, aku mengikuti Ennichisai pada satu hari malam dengan temanku bernama Tania.

Aku sudah membuat janji untuk bertemu dengan Tania di depan blok M square pada jam 6 malam. Waktu aku datang ke sana, sedang ramai dan ada banyak orang yang memakai kostum anime dari Jepang. Karenanya, aku susah mencari dia. Sudah beberapa menit, aku bisa bertemu dengan dia dan kami berkeliling jalan-jalan ramai. Di samping jalan itu ada banyak warung masakan Jepang. Aku merasa rindu Jepang karena festival ini sangat mirip festival yang diadakan di kotaku. Kami berkeliling jalan beberapa kali sambil mengobrol dan makan masakan Jepang. Aku makan Gyouza, Taiyaki, Okonomiyaki dan Ringoame.

Hal yang paling menyenangkan di antara Ennichisai adalah aku bisa melihat Omikoshi. Omkoshi adalah kendaraan untuk naik ketika dewa keluar dari kuil. Di Ennichisai ada tiga Omikoshi mewah. Sebelum selasai Ennichisai pada malam, ada seperti parade yang memakai Omikoshi. Menurut aku saat itu paling menarik di antara Ennichisai.

Cerita berikutnya tentang liburanku adalah aku bisa bermain selancar di Bali. Bali ada banyak pantai dan wisatawan berkunjung untuk bermain selancar. Sebelum datang ke Bali, aku memesan program untuk melatih selancar di Airbnb. Harga program yang bisa melatih selancar selama 2 jam Rp150.000. Program ini termasuk air mineral tetapi tidak termasuk papan selancar jadi aku harus menyewa papan selancar di pantai. Hari itu aku dan dua orang lain akan mengikuti program itu.

Sebelum mulai bermain selancar, aku ada janji untuk bertemu pelatih di Bali Bakery pukul13.45. Karena itu, aku mengganti pakaian untuk bermain di pantai dan berangkat ke sana dari hostel tempat saya menginap. Ketika aku sampai di Bali Bakery, siapapun belum datang di sana. Setelah beberapa saat, aku bisa bertemu dengan pelatih bernama Moly di Bali Bakery tetapi dua orang lain masih belum datang karena ada macet. Mereka segera datang, kami berpindah di Pantai Kuta. Di sana sudah penuh orang yang bermain selancar. Kami menyewa papan selancar dengan Rp80.000 di pantai laut.

Pertama aku berlatih di atas papan selancar yang dibentuk di atas pasir. Setelah itu aku cukup melakukan senam persiapan dan membawa papan selancar besar dan memasuki pantai. Ombaknya besar dan aku merasa susah membawa sambil berjalan di dalam pantai. Ketika datang di pantai berjarak 30m dari tepi, aku coba bermain selancar. Saat itu Moly membantu aku karena aku belum pernah coba selancar jadi tidak tahu kapan aku harus berenang dan berdiri di atas papan selancar. Aku bisa berdiri di atas papan selancar sendiri pertama kali. Aku merasa sangat senang dan angin terasa nyaman. Hari itu aku berlatih rajin selama 2 jam. Aku ingin menjadi lebih baik bermain selancar.

Di sana ada banyak toko baju yang didiskon jadi aku mau membeli sweater. Karena Australia masih musim dingin tetapi aku kurang membawa pakaian untuk musim dingin. Ketika kami berkeling-keling di mall, aku menemukan sweater dan tas yang menarik di POLO RALPH LAUREN. Warna sweter dan tas bagus dan ada diskon 50% dari harga biasa jadi aku membeli lansung itu. Sudah selesai berbelanja, kami lapar sekali jadi makan hamburger di restoran yang direkomendasikan temanku. Hamburger itu sangat besar jadi susah makan dan mahal tetapi enak jadi aku merasa cocok. Kami merasa senang karena bisa membeli baju lebih murah dan makan masakan enak. Oleh karena itu, kami pulang ke ramah sambil menyanyi lagu Jepang.Suatu hari dalam satu minggu, kami ada janji untuk pergi ke kota sedikit jauh tetapi kami bangun sangat terlambat. Oleh karena itu, kami harus ganti janji. Setelah bangun, temanku membuat pasta tomat untuk makan siang. Pasta tomat yang dibuat dia enak sekali. Maturi menjadi memasak lebih pintar daripada waktu dia ada di Jepang. Selama satu minggu, dia sering memasak masakan Jepang dan lain-lain untuk aku jadi aku mencuci piring setiap kali. Sudah selesai makan siang, kami pergi ke mall Outlet dengan trem. Cerita terakhir dan paling menyenangkan dalam liburanku adalah bisa bertemu dengan teman di Gold Cost, Australia. Gold Cost adalah tempat wisata yang terletak di tenggara Australia dan banyak orang Jepang tinggal di sana. Temanku yang bernama Maturi tinggal di sana selama lebih dari satu tahun. Naik pesawat terbang sendirian selama sekitar jam 10 membuat aku merasa khawatir dan takut. Namun, aku merasa lebih senang karena bisa bermain bersama teman.

Liburan semesterku sangat menyenangkan karena aku bisa mengikut Ennichisai di Jakarta, aku bisa bermain selancar di Bali dan aku bisa bertemu dengan teman di Australia. Aku mau menghabiskan liburan yang lebih seru tahun depan.