oleh Sona Minasyan
Murid Darmasiswa 2018/2019 asal Armenia

Ketika kamu bangun lebih awal dari biasanya, kamu akan memasuki dalam ritme yang berbeda. Jika kamu tinggal di Yogyakarta, kamu akan bangun kurang dari jam 9 pagi, tidak seperti biasanya (biasanya bangun pada jam 12 siang).

Kedua matamu akan terbuka karena mendengar suara sepeda motor yang dinaiki oleh gadis atau pemuda seusiamu yang sudah siap memulai harinya. Dari jendela, kamu akan melihat bagaimana toko–toko mulai dibuka, dan mendengarkan percakapan basa–basi pengunjung pertama. Meskipun tentu saja kamu hampir tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, karena tidak bisa berbahasa Jawa. Tetapi pada saat yang sama dengan mata masih setengah terbuka, kamu akan tertawa dengan para pengunjung. Kamu melihat alam yang paling indah dengan warna berbeda di pagi hari saat menghirup udara segar, dan akan mulai bermimpi, ketika kamu membuka matamu dan melihat keluar jendela. Itulah saat hari baru yang indah dan menakjubkan dimulai.

Begitu juga dengan kehidupan, jika kamu mengubah aktivitas dengan masuk ke ritme yang berbeda, kamu mulai memperhatikan semua yang tidak bisa kamu lihat dan dengar sebelumnya. Bangun secara jasmani dan rohani memang sangat baik. Namun bangun tidur lebih awal di pagi hari pasti lebih baik.

Aku, secara fisik adalah orang asing, namun secara rohani sudah menjadi orang Indonesia.