oleh Michael Sadich
Murid Privat asal USA

Salah satu kepercayaan yang mempengaruhi orang Jawa adalah Kejawen. Kejawen itu adalah kepercayaan-kepercayaan mengenai dunia roh dan bagaimana roh-roh tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Mengapa orang Jawa percaya hal seperti ini? Karena sebelum agama-agama resmi masuk Indonesia, para nenek moyang orang Jawa percaya kepada roh-roh seperti ini. Mereka percaya bahwa roh-roh tersebut tinggal di dalam barang-barang, seperti di dalam pohon, tubuh manusia, tempat pemakaman, dll.

Selain itu, waktu sesuatu yang buruk terjadi kepada seseorang, kebanyakan orang Jawa percaya bahwa hal-hal itu terjadi karena mereka atau saudaranya membuat marah roh yang jahat. Misalnya, saya baru mendengar cerita ini tentang bagaimana seseorang membuat marah roh yang jahat. Suatu hari, dua anak bersaudara sedang bermain di hutan ketika mereka menemukan uang tunai. Karena mereka masih anak-anak dan karena mereka bersemangat karena mereka menemukan uang, uang itu mereka ambil. Sore harinya, salah satu anak yang mengambil uang tersebut menjadi sakit, badannya panas dan dia menggigil. Tetapi, ketika anak tersebut bangun hari berikutnya, sakitnya hilang. Hal ini berlanjut selama tiga hari. Anak tersebut masih sehat pada pagi, siang dan sore hari. Tetapi, ketika azan Magrib mulai, anak tersebut langsung menjadi sakit. Pada hari yang ketiga, salah satu tetangga keluarga mereka yang mempunyai indera ke-6 berkata kepada mereka, “Apa yang anak-anak Anda ambil dari hutan?” Mulanya, mereka agak bingung oleh pertanyaan ini. Tetapi, akhirnya mereka bertanya kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu ambil dari hutan ketika bermain di sana?” Anak mereka membalas, “Beberapa hari yang lalu ketika kami sedang bermain di hutan, kami menemukan uang di hutan dan mengambilnya.” Tetangga mereka berkata kepada mereka, “Anak-anak Anda harus mengembalikan uang itu ke hutan, kemudian dia akan menjadi sehat lagi.” Esoknya, anak-anak mereka mengembalikan uang tersebut ke hutan di mana uang itu diambil dan kesehatan anaknya pulih. Mengapa hal ini terjadi kepada anak yang mengambil uang? Menurut orang Jawa, kemungkinan, hal ini terjadi karena seseorang membuat perjanjian dengan roh yang jahat supaya uang itu menjadi umpan untuk menemukan korban yang akan menerima penyiksaan untuk memuaskan roh tersebut atau menjadi sarana bagi roh itu. Siapapun yang mengambil uang tersebut menjadi korban untuk orang yang sudah membuat perjanjian dengan roh yang jahat.

Selain contoh seperti yang sudah saya tulis di atas, orang Jawa melakukan banyak tradisi atau ritual untuk menolak roh-roh yang jahat atau melindungi diri mereka sendiri atau keluarganya dari pengaruh roh-roh yang jahat. Misalnya, pada umumnya, kalau seseorang masuk rumah orang Jawa, kalau mereka melihat di atas pintu rumahnya, ada kain yang berwarna putih dengan satu tetes darah yang terlipat dan dipaku di atas pintu rumah mereka. Orang Jawa melakukan hal ini untuk melindungi rumah-rumahnya dari roh yang jahat.

Walaupun mereka menganggap diri mereka sendiri orang Islam, kepercayaan-kepercayaan yang dipengaruhi oleh Kejawen yang sudah mereka pelajari dari nenek-moyangnya dan diwarisi dari keluarganya tetap mereka hidupi. Oleh karena itu, kepercayaan-kepercayaan Islam di Indonesia tidak sama atau tidak semurni agama Islam dari negara-negara yang ada di Timur Tengah karena kepercayaan agama orang Jawa bercampur dengan kepercayaan Kejawen.