oleh Sister Inmaculada Viserda, NSC.

Murid Privat asal Spanyol

Ring…….ring…..ring…… Bel pintu masuk ke biara terdengar dari dapur. Segera saya melepas celemek saya dan pergi ke pintu masuk.
Ketika saya membuka pintu…… oh! Saya melihat satu pemulung… masih kecil! Saya terkejut.
“Selamat pagi, teman.”
“Selamat pagi, Suster.”
“Apa kabar?”
“Kabar baik.”
“Apa yang bisa saya bantu?”
“Suster, saya mengumpulkan barang-barang bekas yang bisa dijual seperti botol plastik atau kaleng”
“Oh begitu! Tunggu sebentar (…) Ambillah: botol-botol plastik dan banyak kaleng”.

Dia tersenyum ketika dia melihat semua barang, lalu dia meletakkan semua barang itu di dalam karung besar. Baju dan badian dia sangat kotor. Kasihan anak ini!
“Siapa namamu?
“Nama saya Joseph.”
“Berapa umurmu?”
“Umur saya 10 tahun.”
“Di mana ibu dan ayahmu?”
“Ibu saya pemulung juga. Sekarang dia bekerja di Tempat Pembuangan sementara (TPS) sampah di kabupaten ini. Saya tidak pernah bertemu ayahku”.
Tiba-tiba adik Joseph datang. Namanya Angelo. Angelo berumur 4 tahun.
“Suster, bau makanan Anda yang enak tercium dari sini.”
“Aduh! Saya lupa makanan saya! Apakah teman-teman lapar?”
“Iya Suster.”
“Tunggu sebentar”.

Hari itu mereka makan banyak. Setelah makan, mereka tertidur karena mereka capai dan tidak sehat. Ketika mereka terbangun, mereka pulang, tetapi dua botol plastik tertinggal. Setiap hari mereka kembali ke biara kami. Kami menjadi teman-teman mereka. Joseph teman saya yang tercinta. Kemudian mereka mengikuti proyek kami untuk anak-anak miskin. Ibu Joseph juga menjadi teman saya. Mereka tinggal di gubuk di dalam TPS sampah. Sekarang Joseph tinggal di panti asuhan dengan Romo-Romo dari Don Bosko dan belajar di SD. Semoga Joseph belajar dengan baik untuk masa depannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Kita tidak bisa mengubah kehidupan pemulung dewasa tetapi kita masih bisa mengubah kehidupan anak-anak pemulung. Mereka adalah anak-anak Tuhan. Setiap kehidupan memiliki harapan.
Apa yang bisa Anda lakukan untuk mereka?